5 Manfaat Fungi Bagi Kesehatan Dan Dalam Bidang Farmasi

Fungi di dalam sejarah kehidupan umat manusia memiliki peran yang sangat penting. Sekian banyak jenis fungi bisa menjadi ancaman maupun juga bisa menjadi pendukung usaha peningkatan kesejahteraan dan kesehatan manusia. Manfaat fungi bagi manusia telah dikenal sejak ribuan tahun silam. Sampai detik ini terus dilakukan berbagai macam penelitian untuk mengungkap manfaat fungi yang menguntungkan bagi kesejahteraan.

Manfaat fungi bagi kehidupan manusia secara umum telah banyak diketahui. Namun saat ini jarang diulasi secara khusus mengenai manfaat fungi bagi kesehatan. Padahal manfaat fungi di bidang kesehatan ini adalah termasuk manfaat fungi yang menguntungkan. Berikut ini idesehat.com akan menguraikan beberapa manfaat fungi dari produk yang dihasilkannya dalam bidang kesehatan. Tulisan ini juga mengulas manfaat fungi dalam bidang farmasi.

1. Fungi Sebagai Penghasil Antibiotik

Antibiotik merupakan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jenis fungi tertentu. Antibiotik dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Salah satu contoh antibiotik yang terkenal adalah penicillin yang dihasilkan oleh fungi Penicillium. Sedangkan penicillin atau penisilin merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan sekelompok antibiotik alami dan semi-sintetik yang memiliki kesamaan dengan adanya struktur cicin β-lactam.

manfaat fungi bagi manusia, manfaat fungi yang menguntungkan, manfaat fungi bagi kehidupan manusia, manfaat fungi bagi kesehatan, manfaat fungi yang menguntungkan, manfaat fungi dalam bidang farmasi

Penisilin mampu melumpuhkan bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif karena pada struktur dinding sel bakteri ada sejumlah protein yang dikenal sebagai penicillin-binding protein (PBP). Berbagai macam penisilin akan berikatan dengan PBP dan menyebabkan berbagai macam efek. Reaksi penisilin yang berikatan dengan PBP-1 menyebabkan terjadinya sel lisis. Reaksi penisilin yang berikatan dengan PBP-2 menyebabkan bentuk sel-sel bakteri menjadi oval sehingga sel-sel tidak bisa bereplikasi.

Beberapa fungi lainnya juga memproduksi jenis antibiotik lain yang secara struktur tidak berhubungan dengan β-lactam yang merupakan struktur dasar ciri khas penicillin. Misalnya adalah Griseofulvin yang merupakan senyawa organik alami mengandung chlorin. Griseofulvin dihasilkan oleh Penicillium griseofulvin. Senyawa griseofulvin bekerja menghambat pertumbuhan fungi dengan cara menghambat penyusunan microtubule  pada fungi sehingga mencegah terjadinya mitosis. Jenis antibiotik lainnya adalah senyawa steroid yang disebut fusidic acid, yang dihasilkan oleh Fusidium coccineum. Antibiotik jenis fusidic acid cukup aktif melawan bakteri gram positif dan secara klinis digunakan untuk mengatasi strain bakteri yang kebal terhadap β-lactam.

2. Fungi Sebagai Penghasil Agen Penurun Kolesterol (cholesterol lowering agents)

Salah satu agen penurun kolesterol yang dikenal adalah statins. Statins merupakan kelompok senyawa yang cukup kuat sebagai inhibitor kompetitif 3-HMG-CoA-reductase yang merupakan enzim utama di dalam biosintetis kolesterol. Asam organik statins ini berinteraksi dengan enzim pada kelompok sisi asam (acidid side-groups) sehingga mengurangi level kolesterol plasma.

Statins yang secara komersial cukup penting adalah mevinic acids dengan salah satu contoh yang terkenal adalah lovastatin yang dihasilkan oleh Monascus ruber dan mevastatin yang dihasilkan oleh Penicillium citrinum. Lovastatin dapat diubah menjadi monacolin J sedangkan mevastatin dapat diubah menjadi  senyawa ML-236A, keduanya dapat dilakukan secara kimiawi maupun melalui cara tranformasi mikrobia. Masing-masing senyawa ini berbeda afinitasnya terhadap 3-HMG-CoA-reductase sehingga berbeda juga efektivitasnya.

3. Fungi Sebagai Penghasil Obat Penekan Imun (immunosuppressive drugs)

Fungi juga berperan dalam menghasilkan suatu agen penekan imun (immunosuppressive). Obat immunosuppressive telah berhasil memajukan secara drastis bedah transplan organ dengan mengurangi terjadinya penolakan organ yang ditransplantasikan. Obat immunosuppressive yang telah ditemukan dan digunakan immunosuppressant adalah cyclosporin A yang dikembangkan dari bioteknology dan berdasar dari fungi. Cyclosporin A sendiri dihasilkan oleh fungi Tolypocladium inflatum yang pada awalnya diisolasi dari sampel tanah dari Norwegia.

Cyclosporin A bekerja menghambat proses dihasilkannya interleukin-2 oleh T-lymphocytes sehingga juga menghambat segala potensi respon imun untuk menolak organ yang ditransplantasikan. Sehingga dengan adanya cyclosporin A maka keberhasilan operasi transplantasi organ akan semakin tinggi. Selain itu Cyclosporin A juga digunakan untuk terapi medis pada kondisi psoriasis dan eczema karena peran interleukin-2 dalam memediasi respon inflammatory.

4. Fungi Sebagai Penghasil Vitamin

Fungi spesies tertentu juga mampu menghasilkan vitamin dalam skala industri. Vitamin B2 (riboflavin) dihasilkan oleh fungi ascomycetes Eremothecium  gossypii dan Eremothecium ashbyi. Dalam beberapa hal Eremothecium  gossypii lebih unggul untuk produksi riboflavin karena secara genetis lebih stabil jika dibandingkan dengan Eremothecium ashbyi. Provitamin D2 (ergosterol) dihasilkan oleh Saccharomyces cerevisiae.  Provitamin D2 (ergosterol) dengan adanya radiasi sinar UV akan diubah menjadi Vitamin D2 (ergocalciferol).

5. Fungi Sebagai Penghasil Etanol

Etanol di dunia kesehatan banyak digunakan sebagai disenfektan. Selain itu etanol juga digunakan sebagai pelarut obat tertentu. Etanol sendiri dihasilkan dari proses fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae.

Demikianlah telah idesehat.com telah mengulas mengenai manfaat fungi bagi kesehatan. Beberapa poin yang telah dibahas tersebut merupakan hanya sebagian kecil dari manfaat fungi di bidang kesehatan. Masih banyak lagi manfaat fungi di ranah kesehatan yang belum tercakup dalam tulisan ringkas ini. Semoga tulisan ini mampu memberikan wawasan pengetahuan mengenai peran fungi di bidang kesehatan. Selain itu tulisan ini juga bisa digunakan sebagai pengantar sebelum mempelajari fungi di bidang kesehatan secara lebih detail serta mempelajari manfaat fungi dalam bidang farmasi secara lebih detail dan komprehensif.

Tulisan ini dicuplik dan dirangkum dari: Murphy, Richard A dan Horgan, Karina A. 2005. Antibiotics, Enzymes and Chemical Commodities from Fungi dalam Fungi: Biology and Applications. Kavanagh, Kevin (ed.). John Wiley & Sons, Ltd. England.