Manfaat dan Khasiat Daun Kemangi Sebagai Antimikroba

Daun kemangi banyak digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu bahan makanan. Salah satunya yang sering penulis sendiri lakukan adalah kemangi dijadikan sebagai lalapan yang dimakan sebagai teman ayam goreng atau ikan lele goreng. Tentu saja tidak ketinggalan sambal yang membuat selera makan meningkat. Belum lagi jenis sajian makan lain yang menggunakan kemangi seperti sambal kemangi atau ayam kemangi. Kemangi yang kita makan tiap hari sebagai pelengkap menu makanan kita tadi itu ternyata banyak memiliki manfaat bagi kesehatan.

Di luar dugaan, ternyata manfaat daun kemangi tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan penelitian Hussain dkk. (2008), minyak esensial (essential oils) kemangi mempunyai manfaat sebagai antimikroba dan antioksidan. Nama ilmiah atau nama latin kemangi adalah Ocimum basilicum. Uraian berikut ini akan mengupas tentang khasiat daun kemangi sebagai bahan pengawet alami bahan makanan.

Tulisan kali ini akan membahas hasil penelitian Hussain dkk. (2008) yang mengenai peran minyak esensial kemangi dalam manfaatnya sebagai antimikroba. Manfaatnya sebagai antioksidan insyaAlloh nanti akan dibahas di tulisan saya yang lain bila ada kesempatan. Mengenai manfaat kemangi sebagai antioksidan bisa anda baca di tulisan kami yang berjudul Manfaat dan Khasiat Kemangi Sebagai Antioksidan. Aktivitas antimikroba pada kemangi ini lebih lanjut bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengawet makanan yang tentunya secara umum akan lebih aman jika dibandingkan dengan bahan pengawet sintetis (buatan) non alami yang lain.

Hal ini karena kemangi merupakan bahan alam yang secara sehari-hari memang digunakan sebagai bahan makanan yang keamanannya tidak diragukan lagi. Penelitian-penelitian mengenai manfaat kemangi sendiri berdasarkan hasil penelusuran penulis sendiri ternyata cukup banyak yang  melakukannya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Hussain dkk. (2008) dengan judul Chemical composition, antioxidant and antimicrobial activities of basil Ocimum basilicum essential oils depends on seasonal variations yang diterbitku di jurnal Food Chemistry edisi 108(3).

manfaat daun kemangi, khasiat daun kemangi

Kemangi (id.wikipedia[dot]org) (CC BY-SA 3.0)

Hasil penelitian Hussain dkk. (2008) menunjukkan bahwa minyak esensial yang diekstrak dari kemangi kering dengan menggunakan pelarut air (hydro-distilled) mempunyai efek antimikroba yang kuat terhadap keseluruhan mikroba yang diujikan. Hussain dkk. (2008) menguji aktivitas antimikroba minyak esensial kemangi pada bakteri patogen Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Bacillus subtilis, Pasteurella multocida. Sedangkan jenis fungi yang bersifat patogen yang digunakan untuk uji pada penelitian ini diantaranya yaitu Aspergillus niger, Mucor mucedo, Fusarium solani, Botryodiplodia theobromae, dan Rhizopus solani. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode disc diffusion dan pengukuran penentuan konsenstrasi inhibitori minimum (minimum inhibitory concentration).

Hasil dari uji aktivitas antimikroba pada minyak esensial kemangi oleh Hussain dkk. (2008) menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis merupakan mikroorganisme yang paling sensitif terhadap minyak esensial kemangi. Sedangkan yang efeknya paling rendah adalah pada fungi Mucor mucedo. Dari penelitian ini pula dapat teramati bahwa minyak esensial kemangi dan linalool (kandungan senyawa terbanyak dalam kemangi) memiliki aktivitas antimikroba yang kuat pada bakteri dari pada fungi. Lebih lanjut, secara umum minyak esensial kemangi dan linalool mempunyai aktivitas antimikroba yang lebih kuat pada bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis) dari pada bakteri gram negatif (Escherichia coli dan Pasteurella multocida).

Dengan mengatahui hal ini maka bisa diketahui bahwa minyak esensial kemangi mempunyai potensi untuk digunakan sebagai pengawet makanan alami. Namun demikian masih memerlukan penelitian-penelitian lebih lanjut untuk penerapannya. Namun informasi ini bisa memberikan berita baik bagi kita tentang adanya pengawet makanan alami yang harapannya bisa lebih ramah terhadap kesehatan.

Selain itu, adanya kecenderungan meningkatnya permintaan penggunaan bahan alami daripada bahan sintetis, maka prospek kedepan akan cukup cerah untuk penggunaan bahan pengawet alami yang salah satunya seperti bahan dari kemangi ini. Bahan alami diketahui lebih mempunyai efek resiko yang rendah ancamannya terhadap kesehatan jika dibandingkan dengan bahan sintetis non alami.

Setelah membaca uraian diatas, semoga akhirnya pembaca tidak hanya mengetahui kemangi hanya sebagai sambal kemangi atau ayam kemangi saja, namun juga mengetahui manfaat daun kemangi dan khasiat daun kemangi sebagai bahan pengawet alami bahan makanan.