Manfaat Jamur Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum

Ulasan idesehat.com kali ini akan mengulas berkaitan dengan manfaat jamur Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum bagi kehidupan. Cukup menarik ketika membahas tentang seluk-beluk jenis fungi tertentu yang mampu menghasilkan antibiotik penicillin. Pembahasan ini akan menarik apabila dimulai dari proses penemuan penicillin di laboratorium tempat Alexander Fleming bekerja. Di tulisan lainnya, idesehat.com juga mengulas berkaitan dengan jamur/fungi pada artikel yang berjudul 5 Manfaat Fungi Bagi Kesehatan Dan Dalam Bidang Farmasi. Selain itu, idesehat.com juga membahas spesies Penicillium lainnya yaitu pada artikel dengan judul Penicillium camemberti: Peranan, Manfaat, dan Keamanannya di Bidang Kesehatan.

Pada saat itu Alexander Fleming sedang melakukan penelitian mikrobiologi tentang varian bakteri staphylococcus. Sesi tertentu dari penelitian tersebut adalah pengamatan dari waktu ke waktu pada sejumlah cawan petri kultur staphylococcus di atas meja laboratorium. Pada proses pengamatan inilah memungkinkan cawan-cawan petri tersebut terkontaminasi oleh berbagai macam mikroorganisme yang ada di dalam ruangan laboratorium. Alexander Fleming memperhatikan di sekitar suatu koloni besar fungi yang mengkontaminasi tersebut terdapat koloni-koloni bakteri staphylococcus yang menjadi transparan dan itu jelas mengalami lisis. Alexander Fleming berdasarkan karakter morfologi mengidentifikasi fungi tersebut sebagai Penicillium rubrum (Fleming, 1929).

penicillium notatum, manfaat jamur penicillium notatum, penicillium notatum adalah, penicillium notatum menghasilkan, penicillium notatum termasuk divisi, penicillium notatum adalah jenis jamur, keuntungan jamur penicillium notatum, manfaat dari jamur penicillium notatum, manfaat jamur penicillium notatum dan penicillium chrysogenum, manfaat jamur penicillium notatum dan penicillium chrysogenum bagi kehidupan, penicillium chrysogenum, manfaat jamur penicillium chrysogenum, apa manfaat jamur penicillium notatum, manfaat dari jamur penicillium chrysogenum, penicillium chrysogenum adalah, penicillium chrysogenum untuk pembuatan

koloni jamur/fungi Penicillium chrysogenum, syn. Penicillium notatum (by Crulina 98 from wikipediadotorg)

Houbraken dkk. (2011) menyebutkan bahwa sebenarnya yang mengidentifikasi fungi tersebut sebagai Penicillium rubrum adalah seorang mycologist yang bernama Charles J La Touche (1904-1981). Pada saat itu Charles J La Touche bekerja di lantai bawah laboratorium Alexander Fleming. Selanjutnya Charles Thom (1945) mengidentifikasi ulang strain fungi yang digunakan Alexander Fleming dan mengidentifikasi ulang fungi tersebut sebagai Penicillium notatum. Selanjutnya Samson dkk. (1977) meluaskan konsep Penicillium chrysogenum dan memasukkan Penicillium notatum sebagai synonime dari Penicillium chrysogenum. Dari situlah akhirnya dikenal bahwa fungi penghasil antibiotik penicillin adalah Penicillium chrysogenum. Hingga akhirnya Houbraken dkk. (2011) menyatakan bahwa berdasarkan untai DNA pada lokus RPB2, sebagian b-tubulin dan calmodulin serta juga berdasarkan analisis extrolite didapatkan bahwa strain fungi penghasil penicillin yang digunakan Alexander Fleming diidentifikasi ulang sebagai Penicillium rubens.

Houbraken dkk. (2011) menunjukkan bahwa bahwa berdasarkan untai DNA pada lokus RAPB2, sebagian b-tubulin, dan calmodulin dari beberapa isolat Penicillium chrysogenum penghasil penicillin menunjukkan adanya dua clades yang itu mewakili adanya dua spesies fungi yang berbeda yaitu Penicillium chrysogenum dan Penicillium rubens. Pembeda lainnya adalah berdasarkan analisis extrolite menunjukkan bahwa Penicillium chrysogenum menghasilkan metabolit secalonic acid D dan secalonic acid  F dan atau metabolit yang berhubungan dengan lumpidin, sedangkan Penicillium rubens tidak menghasilkan metabolit-metabolit tersebut.

Dari uraian diskusi mengenai rentetan alur penelitian sejak Alexander Fleming hingga penelitian-penelitian mutakhir, manfaat jamur Penicillium notatum “dan” Penicillium chrysogenum bagi kehidupan adalah terutama sebagai penghasil antibiotik penicillin.

Jadi bila mengacu pada Samson dkk. (1977), maka bisa disimpulkan bahwa Penicillium notatum adalah merupakan sinonim dari Penicillium chrysogenum. Lebih lanjut, bila mengacu pada Houbraken dkk. (2011) maka isolat jamur penicillium yang berhasil diisolasi pertama kali oleh Alexander Fleming adalah Penicillium rubens.

Sampai saat ini, penelitian-penelitian yang berkaitan dengan produksi antibiotik penisilin terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimum. Hal tersebut sejalan dengan penelitian-penelitian lainnya yang bertujuan untuk menemukan substansi antibiotik baru untuk melengkapi antibiotik-antibiotik yang sudah ada.

Sejak ditemukannya, antibiotik penisilin telah memberikan sumbangsih yang cukup bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Sebelum ditemukan antibiotik penisilin, dianggap wajar bila seseorang yang terkena infeksi bakteri kemudian tak tertolong hingga mengalami kematian. Namun setelah ditemukannya antibiotik penisilin, ternyata memberikan harapan kehidupan bagi pasien.

Demikianlah ulasan idesehat.com tentang manfaat jamur Penicillium notatum dan manfaat jamur Penicillium chrysogenum. Semoga tulisan ini mampu memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan kita semua. Selamat beraktivitas dan semoga sehat dan sukses selalu.