Terapi Kanker: Penggunaan CRISPR/Cas9 di Bidang Kesehatan

Apakah metode CRISPR/Cas9 bisa digunakan untuk terapi kanker?. CRISPR/Cas9 merupakan salah satu metode dalam mengedit/menyunting gen yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Metode ini semakin banyak dikaji oleh para peneliti untuk digunakan di berbagai macam bidang kehidupan. Salah satu bidang yang dicoba untuk diteliti adalah potensi pemanfaatan metode CRISPR/Cas9 di bidang kesehatan. Hal ini karena CRISPR/Cas9 cukup menjanjikan keberhasilannya dalam pengeditan gen untuk terapi gen pengobatan kanker.

Seperti dikutip dari Naturedotcom (doi:10.1038/nature.2016.20137) bahwa pada tanggal 21 Juni 2016, Advisory Committe pada National Institutes of Health (NIH) telah menyetujui suatu proposal penggunaan CRISPR/Cas9 untuk terapi kanker. Peneliti-peneliti tersebut akan menghilangkan Sel T dari 18 pasien dengan beberapa jenis kanker dan melakukan tiga jenis pengeditan CRISPR pada Sel T mereka. Pengeditan pertama bertujuan untuk menyisipkan suatu gen yang memproduksi suatu protein yang berperan dalam mendeteksi sel-sel kanker dan memberikan perintah pada sel T untuk mengincar sel-sel kanker.

Pengeditan kedua bertujuan untuk meniadakan suatu protein pada sel T yang bisa mengganggu proses ini (pendeteksian dan pengincaran). Pengeditan ketiga adalah bertujuan untuk menghilangkan gen pengkode suatu protein yang menjadi pengenal bahwa sel T adalah sel imun dan mengurangi kemampuan sel-sel kanker dalam menghilangkan kemampuan sel T mengenali sel-sel kanker. Selanjutnya setelah sel T – Sel T diedit gennya, maka para peneliti akan memasukkan kembali sel-sel tersebut ke dalam tubuh pasien.

terapi kanker, terapi kanker paru-paru, terapi kanker paru stadium 4, terapi pengobatan kanker paru, terapi target kanker paru, kanker paru pdf, askep kanker paru, ciri kanker paru, makalah kanker paru, obat kanker paru

Lebih lanjut lagi Naturedotcom (doi:10.1038/nature.2016.20302) kembali mengabarkan bahwa  sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Lu You (seorang oncologist dari Rumah sakit Universitas Sichuan Cina barat di Chengdu) merencanakan untuk melakukan tes pada sel-sel yang telah dimodifikasi dengan metode CRISPR/Cas9 pada orang yang menderita kanker paru-paru. Trial klinis terapi pengobatan kanker paru-paru tersebut telah mendapatkan ethical approval dari review board rumah sakit pada 6 Juli 2016. Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Lu You tersebut akan mengekstrak sel-sel imun yang disebut sel T dari darah pasien, kemudian menggunakan teknologi CRISPR/Cas9 untuk menonaktifkan suatu gen di dalam sel.

Gen tersebut mengkode protein yang disebut PD-1 yang secara normal berperan sebagai penanda pada kemampuan sel dalam membangkitkan suatu respon imun, hal ini bertujuan untuk mencegah sel tersebut menyerang sel-sel yang sehat. Sel-sel yang gennya sudah diedit tersebut kemudian akan diperbanyak di laboratorium lalu dikembalikan ke dalam aliran darah pasien. Sel-sel yang telah direkayasa tersebut akan bersirkulasi di pembuluh darah dan tim peneliti tersebut berharap bahwa sel-sel tersebut akan sampai pada sel-sel kanker.

Hal lainnya yang peru dipertimbangkan adalah keamanan (safety) dari terapi kanker dengan menggunakan CRISPR/Cas9. Seperti dikutip dari naturedotcom (doi:10.1038/nature.2016.20302), Lei Deng – oncologist dari Rumah sakit Cina Barat dan  merupakan anggota tim yang dipimpin oleh Lu You – mengatakan bahwa sel-sel yang akan dimasukkan ke dalam aliran darah pasien akan divalidasi oleh Chengdu MedGenCell (suatu perusahaan bioteknologi dan kolaborator percobaan ini) untuk memastikan gen-gen telah dinonaktifkan (knock out) secara tepat sebelum sel-sel tersebut dikembalikan ke tubuh pasien.

Lebih lanjut lagi, naturedotcom (doi:10.1038/nature.2016.20302) juga mengutip kekhawatiran Timothy Chan, karena teknik tersebut mengincar sel T – sel T, dan sel T berperan pada berbagai jenis respon imun secara tidak spesifik, maka dikhawatirkan teknik ini bisa memunculkan respon autoimun yang berlebihan, sehingga sel T – sel T tersebut akan menyerang usus, menyerang kelenjar adrenalin atau menyerang jaringan normal lainnya. Timothy Chan merupakan peneliti klinis imunoterapi pada Memorial Sloan Kettering Cancer Center di kota New York.

Dengan kata lain, perlu kehati-hatian dalam terapi pengobatan kanker dengan menggunakan metode CRISPR/Cas9. Semoga kedepannya semakin banyak penelitian-penelitian mengenai keamanan (safety) penggunaan CRISPR/Cas9 sebagai salah satu metode terapi, sehingga akan lebih menguatkan reliability penggunaan metode ini di bidang kesehatan. Semoga pembaca idesehat.com selalu dalam kondisi sehat.