13 Manfaat Buah Tin Berdasarkan Hasil Penelitian

Manfaat buah Tin berdasarkan hasil penelitian-penelitian ilmiah diketahui memiliki potensi yang luar biasa di bidang kesehatan. Buah yang namanya disebut dalam kitab suci ini berkemungkinan besar berasal dari timur tengah. Berkemungkinan besar pula merupakan salah satu jenis buah yang pertama kali dibudidayakan oleh manusia. Beberapa buah yang dibudidayakan oleh manusia untuk pertama kalinya adalah zaitun, anggur, dan kurma (Zohari dan Hopf, 2000; Zohari 1986).

Buah Tin memiliki nama lain buah Ara. Nama ilmiah buah Tin adalah Ficus carica. Buah Tin masuk ke dalam famili Moraceae. Klasifikasi ilmiah lengkap Buah Tin menurut ITIS (Integrated Taxonomic Information System) adalah sebagai berikut:

Kingdom: Plantae, Subkingdom: Viridiplantae, Infrakingdom: Streptophyta, Superdivision: Embryophyta, Division: Tracheophyta, Subdivision: permatophytina, Class: Magnoliopsida, Superorder: Rosanae, Order: Rosales, Family: Moraceae, Genus: Ficus, SpeciesFicus carica L.

Manfaat Buah Tin
Buah Tin | Sumber: freepik.com

Beberapa Manfaat Buah Tin di Bidang Kesehatan

Berikut ini idesehat.com akan mengulas berkaitan tentang khasiat dan manfaat buah Tin berdasarkan dari laporan hasil penelitian-penelitian para ilmuwan. Selamat menyimak uraian-uraian kami berikut ini.

1. Manfaat buah Tin sebagai Antihypertensive (pencegah tekanan darah tinggi)

Alamgeer dkk. (2017) melakukan penelitian berkaitan tentang potensi anti tekanan darah tinggi pada ekstrak aquous methanol buah Tin (Ficus carica). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas penurun tekanan darah (hypotensive) pada tikus-tikus hewan coba. Dimana tikus-tikus hewan coba memiliki tekanan darah tinggi yang diinduksi oleh glukosa (glucose-induced hypertensive).

2. Manfaat buah Tin sebagai Antivirus

Penelitian Aref dkk. (2011) membuka tabir potensi khasiat kemampuan ekstrak hexanic lateks Tin (F. carica) dan ekstrak hexane-ethyl acetate lateks F. carica dalam menghambat multiplikasi Herpes Simplex Virus type 1 (HSV-1), Echovirus type 11 (ECV-11), dan Adenovirus (ADV) dari hasil uji adsorption and penetrationintracellular inhibition, dan virucidal activity, pada konsentrasi 78 μg/mL. Aref dkk. (2011) menyimpulkan bahwa kedua ekstrak tersebut memungkinkan untuk dijadikan sebagai kandidat obat herbal untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus herpes, echovirus, dan adenovirus. Selain itu Aref dkk. (2011) juga menambahkan bahwa ekstrak yang diuji tersebut tidak memiliki efek sitotoksik pada vero cell line ATCC CCL-81 pada keseluruhan konsentrasi yang diujikan.

3. Manfaat buah Tin sebagai Pembasmi Nematoda (Nematicidal)

Penelitian Liu dkk. (2010) menunjukkan bahwa ekstrak methanol daun Tin (F. carica) memiliki aktivitas nematicidal (pembasmi nematoda/cacing gilig) dengan mortalitas pada Bursaphelenchus xilophilus sebesar 74,3%, dengan mortalitas pada Panagrellus redivivus sebesar 96,2%, dengan mortalitas pada Caenorhabditis elegans sebesar 98,4%, yang kesemuanya dengan waktu 72 jam.  Liu dkk. (2010) melakukan uji lebih lanjut dan mendapatkan suatu senyawa coumarin  yang berdasarkan data spectroscopic senyawa tersebut didefinisikan sebagai psoralen. Senyawa tersebut memiliki kemampuan aktivitas nematicidal.

Guo dkk. (2015) menguji ekstrak ethanol daun Tin (Ficus carica) untuk mengetahui kemampuan nematicidal-nya terhadap nematoda Bursaphelenchus xylophilus. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mortalitas B. xylophilus sebesar 90,93% selama 72 jam dengan konsentrasi ekstrak ethanol  daun Tin (F. carica) 1,0 mg/mL. Uji lebih lanjut oleh Guo dkk. (2015) menunjukkan bahwa senyawa nematicidal tersebut adalah dua senyawa furocoumarin  berupa bergapten dan psoralen. Senyawa bergapten dan psoralen tersebut mampu menghambat aktivitas enzim-enzim amilasecellulose, dan acetylcholinesterase yang ada di tubuh cacing gilig Bursaphelenchus xylophilus.

4. Manfaat buah Tin sebagai Perlindungan Hati (Hepatoprotective)

Penelitian Gond dan Khadabadi (2008) membuka tabir mengenai potensi perlindungan hati (hepatoprotective) oleh ekstrak petroleum ether daun Tin (F. carica). Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat perbaikan (reversal) signifikan secara biokimia, histologis, dan fungsi liver (hepar) pada hewan coba tikus yang diinduksi oleh rifampicin yang selanjutnya diberi perlakuan ekstrak petroleum ether daun Tin (F. carica). Penelitian tersebut mengindikasikan adanya potensi aktivitas hepatoprotective yang menjanjikan. Pada penelitian tersebut, kelompok hewan coba tikus yang diberi perlakuan ekstrak petroleum ether daun F. carica mempunyai kondisi liver yang sama dengan kondisi liver tikus normal.

5. Manfaat buah Tin sebagai Antibakteri

Penelitian Aref dkk. (2010) mengungkapkan bahwa ekstrak ethyl acetate dari lateks buah Tin (F. carica) memiliki aktivitas hambat (inhibition) pada lima koloni bakteri yang di antaranya yaitu Enterococcus fecalisCitobacter freundeyPseudomonas aeruginosaEscherichia coli dan Proteus mirabilis. Aref dkk. (2012) menemukan bahwa Ekstrak hexane dari lateks buah Tin juga memiliki efek bakterisida yang cukup kuat terhadap bakteri Staphylococcus saprophyticus isolat klinis dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan minimal inhibitory concentration (MIC) 19 μg/mL.

6. Memiliki Aktivitas Antituberculosis

Tosun dkk. (2005) telah mengungkap aktivitas antituberculosis pada ekstrak ethanol daun Tin (F. carica) terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis H37Rv (ATCC 27294) dari Tuberculosis Antimicrobial Acquisition and Coordinating Facility (TAACF).

7. Memiliki Aktivitas Antijamur

Penelitian Aref dkk. (2010) juga mengungkapkan bahwa ekstrak fraksi kloroform lateks Tin (Ficus carica) memiliki aktivitas hambat yang sangat kuat (100%) terhadap yeast patogen oportunis, ekstrak fraksi metanol lateks Tin memiliki kemampuan menghambat secara total Candida albicans (100%) pada konsentrasi 500 μg/mL dan memiliki efek negatif terhadap Cryptococcus neoformans, ekstrak metanol lateks Tin (F. carica) secara kuat (75%) menghambat Microsporum canis, dan ekstrak ethyl acetate lateks Tin (F. carica) konsentrasi 750 μg/mL menghambat secara total (100%) Cryptococcus canis.

8. Memiliki Aktivitas Antioksidan

Tin atau Ficus carica memiliki kandungan senyawa-senyawa fenolik yang cukup tinggi. Senyawa-senyawa fenolik tersebut memiliki peranan-peranan fisiologis yang sangat penting bagi internal tumbuhan F. carica itu sendiri. Senyawa-senyawa fenolik yang terkandung di dalam F. carica ternyata juga memiliki andil dalam mendukung kesehatan manusia. Senyawan-senyawa fenolik yang dimiliki F. carica mampu berperan sebagai suatu antioksidan melalui berbagai macam cara diantaranya yaitu sebagai agen-agen pereduksi, sebagai scavenger radikal bebas, sebagai donator hidrogen, sebagai singlet oxygen quenchers dan lain sebagainya.

Penelitian Solomon dkk. (2006) menunjukkan bahwa cyanidin-3-O-rutinoside (C3R) berperan sebesar 92% dari total kapasitas/kemampuan antioksidan fraksi antosianin. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa varietas Tin yang memiliki kandungan polifenol, flavonoid dan antosianin tertinggi mempunyai kapasitas antioksidan yang juga paling tinggi.

9. Memiliki Aktivitas Antikanker

Penelitian yang dilakukan oleh Rubnov dkk. (2001) menunjukkan bahwa 6-O-acyl-b-d-glucosyl-b-glucosyl-b-sitosterols yang diisolasi dari lateks Tin (F. carica) menunjukkan potensinya sebagai agen cytotoxic dengan efek panghambatan terhadap proliferasi berbagai macam jenis cancer cell lines.

10. Penurun Kadar Gula Darah (Hypoglycaemic)

Ekstrak air daun Tin (Ficus carica) secara jelas  menunjukkan aktivitas penurun kadar gula darah (hypoglycaemic) pada tikus-tikus diabet hasil induksi streptozotocin (Perez dkk., 1996). Penelitian Perez dkk. (1996) dengan pemberian ekstrak daun Tin secara intraperitoneal dan secara oral pada tikus diabet hasil induksi streptozotocin dan hasilnya adalah secara signifikan mampun menginduksi efek hypoglycaemic, mencegah penurunan berat badan, dan level insulin plasma mampu terjaga dipertahankan pada batas normal survival index.

11. Penurun Kadar Lemak (Hypolipidemic)

Penelitian Fatemi dkk. (2007) membuka rahasia mengenai manfaat daun buah tin. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ekstrak air (aquous extracts) daun Tin memiliki kemampuan secara signifikan menurunkan sekresi kolesterol pada sel liver HepG2 pada kondisi terstimulasi glukosa dan pada kondisi basal. Fatemi dkk. (2007) berkesimpulan bahwa kemampuan tersebut menjadikan ekstrak air daun Tin (F. carica) memiliki potensi yang aman digunakan pada terapi modulasi postpandrial hyperlipidemia.

12. Penurun Panas/Demam (Antipyretic)

Penelitian yang dilakukan Patil dkk. (2010) mengungkapkan bahwa ekstrak etanol daun Ficus carica mempunyai kemampuan menurunkan panas/demam secara signifikan pada peningkatan suhu tubuh hewan coba tikus yang peningkatan suhu tubuh tersebut diinduksi dengan penyuntikan yeast secara subcutan pada hewan coba tikus. Pada penelitian tersebut, efek intervensi ekstrak etanol daun Tin (Ficus carica) dalam menurunkan panas/demam mampu bertahan sampai lima jam bila dibandingkan dengan agen antipyretic standar seperti parasetamol.

13. Antimutagenic

Penelitian Agebeĭli dan Kasimova (2005) mengungkap kemampuan ekstrak F. carica dalam menurunkan tingkat mutasi oleh N-metil-N’-nitro-N-nitrozoguanidin (MNNG) pada sel-sel Vicia vaba, mutasi klorofil pada Arabidobsis thaliana dan NaF induced mutability pada sel-sel sumsum (marrow) hewan coba tikus.

Demikianlah telah diulas mengenai berbagai macam penelitian ilmiah yang berusaha mengungkap manfaat buah Tin. Semoga artikel persembahan idesehat.com ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. Terimakasih sudah berkunjung ke idesehat.com dan semoga kita semua selalu dalam kondisi sehat dan prima.

Leave a Comment