5 Manfaat Jamur (Fungi) Dalam Bidang Farmasi dan Kesehatan

Manfaat jamur bagi manusia telah dikenal sejak lama. Jamur (Fungi) di dalam sejarah kehidupan umat manusia memiliki peran yang sangat penting. Sekian banyak jenis jamur bisa menjadi ancaman maupun juga bisa menjadi pendukung usaha peningkatan kesejahteraan dan kesehatan manusia.

Sampai detik ini terus dilakukan berbagai macam penelitian untuk mengungkap manfaat jamur yang menguntungkan bagi kesejahteraan. Misalnya seperti yang telah dibahas di artikel idesehat.com tentang jamur Penicillium camamberti pada artikel yang berjudul “Penicillium Camemberti: Peranan dan Manfaat Bagi Manusia.”

Manfaat Jamur
Penicillium chrysogenum | Foto: Wikipedia

Beberapa Manfaat Jamur Bagi Kesehatan

Manfaat jamur bagi kehidupan manusia secara umum telah banyak diketahui. Namun saat ini jarang diulas secara khusus mengenai manfaatnya bagi kesehatan. Berikut ini idesehat.com akan menguraikan beberapa manfaat jamur dari produk yang dihasilkannya dalam bidang kesehatan.

1. Manfaat Jamur Sebagai Penghasil Antibiotik

Antibiotik merupakan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jenis jamur tertentu. Antibiotik dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Salah satu contoh antibiotik yang terkenal adalah penicillin yang dihasilkan oleh jamur Penicillium.

Sedangkan penicillin atau penisilin merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan sekelompok antibiotik alami dan semi-sintetik yang memiliki kesamaan dengan adanya struktur cicin β-lactam.

Penisilin mampu melumpuhkan bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif karena pada struktur dinding sel bakteri ada sejumlah protein yang dikenal sebagai penicillin-binding protein (PBP). Berbagai macam penisilin akan berikatan dengan PBP dan menyebabkan berbagai macam efek.

Reaksi penisilin yang berikatan dengan PBP-1 menyebabkan terjadinya sel lisis. Reaksi penisilin yang berikatan dengan PBP-2 menyebabkan bentuk sel-sel bakteri menjadi oval sehingga sel-sel tidak bisa bereplikasi.

Beberapa jamur lainnya juga memproduksi jenis antibiotik lain yang secara struktur tidak berhubungan dengan β-lactam yang merupakan struktur dasar ciri khas penicillin. Misalnya adalah Griseofulvin yang merupakan senyawa organik alami mengandung chlorinGriseofulvin dihasilkan oleh Penicillium griseofulvin.

Senyawa griseofulvin bekerja menghambat pertumbuhan jamur dengan cara menghambat penyusunan microtubule  pada jamur sehingga mencegah terjadinya mitosis. Jenis antibiotik lainnya adalah senyawa steroid yang disebut fusidic acid, yang dihasilkan oleh Fusidium coccineum. Antibiotik jenis fusidic acid cukup aktif melawan bakteri gram positif dan secara klinis digunakan untuk mengatasi strain bakteri yang kebal terhadap β-lactam.

idesehat.com juga telah membahas topik menarik yang berhubungan dengan sejarah dan manfaat luar biasa keluarga jamur Penicillium penghasil antibiotik pada artikel yang berjudul “Manfaat Jamur Penicillium Chrysogenum di Bidang Farmasi”.

2. Manfaat Jamur Sebagai Penghasil Agen Penurun Kolesterol (cholesterol lowering agents)

Salah satu agen penurun kolesterol yang dikenal adalah statinsStatins merupakan kelompok senyawa yang cukup kuat sebagai inhibitor kompetitif 3-HMG-CoA-reductase yang merupakan enzim utama di dalam biosintetis kolesterol. Asam organik statins ini berinteraksi dengan enzim pada kelompok sisi asam (acidid side-groups) sehingga mengurangi level kolesterol plasma.

Statins yang secara komersial cukup penting adalah mevinic acids dengan salah satu contoh yang terkenal adalah lovastatin yang dihasilkan oleh Monascus ruber dan mevastatin yang dihasilkan oleh Penicillium citrinum.

Lovastatin dapat diubah menjadi monacolin J sedangkan mevastatin dapat diubah menjadi  senyawa ML-236A, keduanya dapat dilakukan secara kimiawi maupun melalui cara tranformasi mikrobia. Masing-masing senyawa ini berbeda afinitasnya terhadap 3-HMG-CoA-reductase sehingga berbeda juga efektivitasnya.

3. Manfaat Jamur Sebagai Penghasil Obat Penekan Imun (immunosuppressive drugs)

Jamur juga berperan dalam menghasilkan suatu agen penekan imun (immunosuppressive). Obat immunosuppressive telah berhasil memajukan secara drastis bedah transplan organ dengan mengurangi terjadinya penolakan organ yang ditransplantasikan.

Obat immunosuppressive yang telah ditemukan dan digunakan immunosuppressant adalah cyclosporin A yang dikembangkan dari bioteknology dan berdasar dari jamur. Cyclosporin A sendiri dihasilkan oleh jamur Tolypocladium inflatum yang pada awalnya diisolasi dari sampel tanah dari Norwegia.

Cyclosporin A bekerja menghambat proses dihasilkannya interleukin-2 oleh T-lymphocytes sehingga juga menghambat segala potensi respon imun untuk menolak organ yang ditransplantasikan. Sehingga dengan adanya cyclosporin A maka keberhasilan operasi transplantasi organ akan semakin tinggi. Selain itu Cyclosporin A juga digunakan untuk terapi medis pada kondisi psoriasis dan eczema karena peran interleukin-2 dalam memediasi respon inflammatory.

4. Sebagai Penghasil Vitamin

Jamur spesies tertentu juga mampu menghasilkan vitamin dalam skala industri. Vitamin B2 (riboflavin) dihasilkan oleh jamur ascomycetes Eremothecium  gossypii dan Eremothecium ashbyi.

Dalam beberapa hal Eremothecium  gossypii lebih unggul untuk produksi riboflavin karena secara genetis lebih stabil jika dibandingkan dengan Eremothecium ashbyi. Provitamin D2 (ergosterol) dihasilkan oleh Saccharomyces cerevisiae.  Provitamin D2 (ergosterol) dengan adanya radiasi sinar UV akan diubah menjadi Vitamin D2 (ergocalciferol).

5. Sebagai Penghasil Etanol

Etanol di dunia kesehatan banyak digunakan sebagai disenfektan. Selain itu etanol juga digunakan sebagai pelarut obat tertentu. Etanol sendiri dihasilkan dari proses fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae.

Demikianlah telah idesehat.com telah mengulas mengenai manfaat jamur bagi kesehatan. Beberapa poin yang telah dibahas tersebut merupakan hanya sebagian kecil dari sekian manfaatnya di bidang kesehatan. Masih banyak lagi manfaatnya di ranah kesehatan yang belum tercakup dalam tulisan ringkas ini.

Semoga tulisan ini mampu memberikan wawasan pengetahuan mengenai peran jamur di bidang kesehatan. Selain itu tulisan ini juga bisa digunakan sebagai pengantar sebelum mempelajari jamur di bidang kesehatan secara lebih detail serta mempelajari manfaat jamur dalam bidang farmasi secara lebih detail dan komprehensif.

Tulisan ini dicuplik dan dirangkum dari: Murphy, Richard A dan Horgan, Karina A. 2005. Antibiotics, Enzymes and Chemical Commodities from Fungi dalam Fungi: Biology and Applications. Kavanagh, Kevin (ed.). John Wiley & Sons, Ltd. England.

2 thoughts on “5 Manfaat Jamur (Fungi) Dalam Bidang Farmasi dan Kesehatan”

Leave a Comment