Manfaat Makan Ikan Untuk Anak Berdasarkan Penelitian

Tulisan idesehat.com kali ini akan membahas mengenai manfaat makan ikan untuk anak. Ternyata manfaat makan ikan setiap hari tidak bisa diremehkan begitu saja. Banyak sekali penelitian ilmiah mengungkap pentingnya makan ikan bagi anak dan orang dewasa yang hal ini menjadikan bukti nyata kebenaran manfaat ikan bagi kehidupan manusia. Tulisan idesehat.com ini juga akan mengungkap manfaat DHA dan EPA yang banyak sekali terkandung dalam ikan.

Kandungan DHA dan EPA pada Ikan

Pengertian DHA adalah docosahexaenoic acid atau asam dokosaheksaenoat merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3. Sedangkan pengertian EPA adalah eicosapentaenoic acid yang juga merupakan salah satu bentuk dari asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3. EPA dan DHA utamanya banyak didapatkan pada ikan. Manfaat darinya mulai dari kesehatan kardiovaskuler hingga kesehatan mental. Selain itu EPA dan DHA  berperan penting dalam perkembangan dan fungsi jaringan syaraf otak terutama efeknya terhadap fungsi kognitif.

Manfaat Makan Ikan Untuk Anak
Anak-anak | Sumber: freepik.com

Manfaat Makan Ikan Untuk Anak: Meningkatkan Perkembangan Otak

EPA dan DHA terutama didapatkan dari konsumsi ikan atau konsumsi suplemen minyak ikan oleh ibu selama kehamilan. Pengkonsumsian EPA dan DHA ini berhubungan dengan peningkatan perkembangan otak (neurodevelopmental) pada bayi dan anak-anak termasuk dari sisi bahasa dan keterampilan visual motorik pada umur sekitar 6 dan 18 bulan. Selain itu EPA dan DHA juga berhubungan dengan peningkatan perkembangan mata dan koordinasi tangan pada umur 2,5 tahun dan juga peningkatan perkembangan IQ pada umur 4 tahun.

Pengkonsumsian ikan dan asam lemak omega tiga juga berhubungan dengan peningkatan kognitif dan kemampuan akademik pada orang dewasa. Selain itu pengkonsumsian ikan dan asam lemak omega tiga juga mengurangi penurunan kognitif dan demensia pada umur-umur tua.

DHA juga berperan dalam mengatur produksi melatonin indigenus. Melatonin mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas pengaturan proses tidur. Selain itu melatonin juga meningkatkan pematangan CNS (Central Nervous System) pada bayi.

Asam lemak esensial telah diketahui terlibat dalam sintesis prostaglandin. Prostaglandin ini dipercaya sebagai substansi perangsang tidur endogen yang paling manjur. Selain itu prostaglandin juga paling banyak diketahui sebagai mediator pengaturan proses tidur atau terjaga, hal ini karena respon prostaglandin pada synaptic circuitry terhadap adanya kondisi kurang tidur. Kajian-kajian epidemiologis juga menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan pengkonsumsian ikan dengan peningkatan kualitas tidur pada orang dewasa, pada bayi, dan juga pada anak-anak.

Manfaat Makan Ikan Untuk Anak: Peningkatan Kecerdasan Kognitif

Selama ini intensitas mengkonsumsi ikan secara lebih banyak dihubungkan peningkatan kecerdasan kognitif pada anak-anak. Namun demikian belum diketahui secara pasti jalur yang memediasi terjadinya hal tersebut. Dari sekian banyak kemungkinan mediatornya adalah peningkatan kualitas tidur.

Mendasarkan pada hal ini, Jianghong Liu dkk. (2017) mengadakan penelitian terhadap 541 orang anak sekolah pada suatu cohort study. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa “mengkonsumsi ikan secara lebih sering berhubungan dengan semakin sedikit terjadinya gangguan tidur dan semakin tingginya skor IQ“. Sering makan ikan meningkatkan kemungkinan berkurangnya masalah pada proses tidur yang mana hal tersebut secara jangka panjang akan bermanfaat pada fungsi kognitif pada anak-anak.

Penutup

Demikianlah tadi telah dibahas mengenai apa manfaat asam lemak bebas omega-3 dalam daging ikan. Semoga tulisan ini bisa menyingkap cakrawala manfaat makan ikan untuk anak. Semoga kita semua tersadarkan akan manfaat makan ikan untuk anak.

Penulis berharap tulisan ini mampu memberikan inspirasi bagi kita semua untuk tidak meninggalkan dan mengesampingkan konsumsi ikan untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa. Dengan demikian maka gerakan makan ikan perlu digalakkan pada seluruh lapisan masyarakat. Salam sehat dari idesehat.com untuk anda semua pembaca setia.

Tulisan ini dirangkum dari paper Jianghong Liu dkk. (2017) yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports edisi 7 tahun 2017 (DOI:10.1038/s41598-017-17520-w).

Leave a Comment