Pengungkapan Manfaat Daun Salam Dalam Penelitian

Artikel idesehat.com kali ini akan membahas mengenai manfaat daun Salam secara ilmiah. Daun salam yang mempunyai nama ilmiah/latin Syzygium polyanthum dan mempunyai nama sinonim Eugenia polyantha merupakan tumbuhan asli Indonesia. Secara geografis, Salam tersebar secara luas di Indonesia (Kalimantan, Sumatra, Jawa), Malaysia, Indocina, Myanmar dan Thailand (Prosea, 1999).

Salam secara umum banyak digunakan sebagai bahan untuk bumbu masakan di kawasan Asia Tenggara. Karena pentingnya apresiasi, konservasi, dan pengungkapan manfaat tumbuhan lokal Indonesia, maka idesehat.com akan mencoba sedikit memberikan ulasan ringkas. Ulasan tersebut yakni mengenai manfaat daun Salam secara ilmiah berdasarkan hasil penelitian-penelitian terbaru.

Daun Salam | Sumber: shopee

Manfaat Daun Salam dan Manfaatnya Menurut Buku Plant Resources of South-East Asia (Prosea)

Buku seri Prosea mencatat ada banyak sekali manfaat daun salam serta bagian-bagian lainnya dari tumbuhan tersebut. Daun salam sudah digunakan sebagai bumbu untuk jenis masakan daging, ikan, nasi dan olahan sayuran di kawasan Asia Tenggara (Prosea, 1999).

Ekstrak daun dan kulit batang digunakan untuk pengobatan diare. Daun salam, kulit batang, dan akar yang ditumbuk digunakan untuk mengurangi rasa gatal-gatal. Prosea (1999) juga mencatat bahwa eugenol dan methyl chavicol merupakan komponen (kandungan kimia daun salam) yang penting dalam minyal esensial daun salam.

Manfaat Daun Salam Berdasarkan Hasil Penelitian-penelitian Ilmiah

Ekstrak metanol pada daun salam mempunyai aktivitas nematicidal (pembasmi nematoda) yang kuat terhadap nematoda Bursaphelenchus xylophilus (Mackeen dkk., 1997). Daun salam memiliki potensi untuk terapi diabetes (kencing manis). Hal ini karena ekstrak metanol daun salam memiliki efek antihyperglycemic yang diduga menghambat penyerapan glukosa oleh usus (intestine) dan mendukung penyerapan glukosa oleh otot (Widyawati dkk., 2015). Dengan demikian juga ada potensi manfaat daun salam untuk diet.

Penelitian Lumowa dan Nova (2015) menunjukkan ekstrak daun salam mempunyai potensi untuk digunakan sebagai pembasmi larva (larvacidal) nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti sendiri merupakan penyebab penyakit demam berdarah. Daun Salam juga mempunyai efek anti inflamasi (Wientarsih dkk., 2008).

Berkhasiat sebagai AntiMikroba (Anti Bakteri dan Anti Jamur)

Ekstrak metanol daun Salam memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus dan Bacillus subtilis sehingga mempunyai potensi sebagai pengawet alami pada makanan (Lau dkk., 2014). Eugenia polyantha atau daun Salam memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Grosvenor dkk., 1995). Ekstrak etanol daun Salam juga mempunyai aktivitas anti jamur (Mohamed dkk., 1997). Daun salam memiliki aktivitas anti jamur pembusuk Euroticum sp., Aspergillus sp. dan Penicillium sp. (Guynot dkk., 2005).

Demikian tadi telah diulas mengenai potensi-potensi manfaat daun salam. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang, maka untuk menyayangi tumbuhan di sekitar kita maka kita harus tahu bahwa tumbuhan di sekitar kita memiliki manfaat dan khasiat bagi kehidupan manusia. Secara umum semua tumbuhan dan makhluk hidup lainnya di dunia ini pasti memiliki manfaat. Bila tidak diketahui manfaat dan khasiatnya maka itu hanya keterbatasan pengetahuan manusia sajalah yang belum mampu dan belum sampai untuk mengungkapkannya.

Pengungkapan manfaat daun Salam dan bagian-bagian lainnya (akar dan kulit batang) diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi kita untuk memberikan apresiasi terhadap penggunaan dan pelestariannya. Lebih lanjut lagi maka semoga bisa memberikan penyemangat untuk dilakukannya penelitian-penelitian lanjutan untuk lebih dapat mengetahui secara lengkap tentang informasi-informasi mengenai khasiat dan kegunaan tumbuhan Salam. Semoga tulisan yang singkat ini bisa memberikan manfaat kepada pembaca sekalian. Salam sehat dari idesehat.com untuk anda.

Leave a Comment